FIELD NOTE
(Catatan Lapangan)
(Catatan Lapangan)
Nama subyek penelitian : Andi
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Surabaya
Hari/ tanggal : Kamis, 23 Oktober 2008
Waktu : 11.00-13.00 wib
Jabatan : Anggota LSM Tunas Hijau
Catatan : Reflektif
Penelitian kedua kami lakukan pada hari kamis tanggal 30 november 2008, tepatnya di SMP 25 Surabaya sesuai dengan perjanjian yang sudah direncanakan sebelumnya dengan mas Black yaitu acara penyuluhan pertanian di perkotaan. setelah kami menghubungi mas Black ternyata SMP 25 berada di daerah Simo yang ternyata tidak satupun dari kelompok kami yang mengetahui daerah tersebut. tapi berkat kebulatan tekat kami, kami berangkat dengan harapan tidak terlambat sampai ke sana karena perjanjiannya adalah acara penyuluhan akan dimulai pukul 11.00 WIB dan kami berangkat pukul 10.00 wib. sesuai dugaan sebelumnya, ternyata kami bingung di mana tepatnya SMP itu berada. setelah lama mencari di mana tempat SMP 25 akhirnya kami melihat anak SMP yang ternyata menggunakan topi bertuliskan SMP 25, dengan sigap kami mengikuti anak tersebut berharap kami bisa sampai ke tempat yang kami tuju, dan ternyata benar kita semua tepat berhenti di depan SMP tersebut.
Udara yang panas dan melelahkan akhirnya terbayar juga ketika kami melihat Mas Black yang saat itu menggunakan kaos warna hijau muda yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang mencintai lingkungan muncul di depan kami. mas Black, begitu sapaan akrab kami adalah salah satu anggota dari LSM Tunas Hijau yang aktif untuk mengadakan penyuluhan-penyuluhan di sekolah-sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Mas Black sebut saja begitu karena memang orangnya yang meminta kami untuk memanggilnya demikian meskipun kami sudah menanyakan nama yang sebenarnya yaitu Andi. Tidak lupa kami mulai mengenalkan diri masing-masing agar bisa lebih akrab meskipun kami baru pertama kali bertemu dan bertatap muka. Mas Black yang sebelumnya kami banyangkan orangnya menyeramkan dan hitam sesuai dengan namanya ternyata berbeda 180 derajat,. Mas Black tersenyum ramah setelah melihat kami,cara bicaranya yang seolah-olah sudah mengenal kami sejak lama membuat kami merasa lebih nyaman. setelah kami berkenalan dengan Mas Black di pintu gerbang SMP 25, mas black mengajak kami masuk ke sekolah tersebut sambil menunggu anak-anak selesai sekolah, kamis semua berjalan dibelakang mengikuti langkah Mas Black hingga akhirnya kami berhenti di sebuah kursi di depan laboratorium yang rencananya akan digunakan sebagai tempat penyuluhan.
Sambil menunggu kami berbincang-bincang dengan Mas Black. Mas Black adalah anak asli madura yaitu daerah Sampang namun sudah sejak umur 7 tahun pindah ke surabaya. Mas Black ternyata juga lulus SMA tahun 2006 dan itu berarti mas black seumuran dengan kami namun Mas Black tidak kuliah. menurut mas Black LSM Tunas hijau diprakarsai oleh 5 orang pemuda dengan basic seorang pramuka yang dikirim ke Australia dan mendapatkan penyuluhan di sana. Lsm Tunas Hijau berdiri sejak tahun 1999. menurut mas Black juga bahwa dana yang didapat LSm tersebut berasal dari para sponsor. untuk kegiatan yang dilakukan ada yang sebagia merupakan kewajiban dan ada sebagian yang merupakan undangan seperti yang dilakukan oleh SMP 25 ini. jika LSM Tunas Hijau mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah dan di kampung-kampung tidak pernah menuntut untuk di bayar karena LSM akan tetap mengadakan penyuluhan meski tidak dibayar. usetelah cukup lama berbincang-bincang mata kami melihat sebuah bungkusan warna hitam yang setelah kami tanyakan apakah isi dalam kantong plastik itu ternyata adalah beberapa bungkus biji tanaman yang nantinya akan ditanam dan polyback sebagai media untuk menanam karena di SMP 25 hampir semua tanah kosong di paving jadi sulit untuk mencari lahan kosong, dan lagipula kata Mas Black itu bisa lebih menghemat lahan. Kata mas black penyuluhan itu tidak hanya dilakukan disekolah-sekolah namun juga di beberapa kampung yang butuh penyuluhan tentang penghijauan dan perubahn iklim. Namun menurutnya penyuluhan di sekolah-sekolah lebih efektif dari pada di kampung-kampung jadi bisa dikatakan sosialisasinya lebih mudah pada anak-anak sekolah karena jika penyuluhan dilakukan di kampung, orang-orang selalu menanyakan apakah yang nantinya mereka dapat dari penyuluhan itu dapat dijual dan dijadikan uang. Padahal penyuluhan yang dilakukan misalnya penyuluhan tentang sangat berbahayanya samplah plastik adalah diharapkan bisa dimengerti oleh warga kampung bukan untuk dijadikan barang jualan.
Menurut Mas Black juga kebanyakan anak-anak sekolah memang masih sangat tidak bisa lepas dengan yang namanya sampah plastik karena semua makanan yang dijual selalu dibungkus plastik. Namun ada juga beberapa sekolah yang sudah mewajibkan anak didiknya untuk selalu membawa gelas dan piring ke sekolah agar tidak perlu mengguanakan bungkus plastik. Sekolah yang sudah mengikuti aturan itu adalah sekolah Theresia dan ........ketika kami masih asyik berbincang-bincang dengan Mas Black datang seorang wanita yang katanya juga ingin meliput kegiatan LSM Tunas Hijau. Wanita tersebut adalah seorang fotografer yang ingin mengambil gambar tentang penghijauan.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya anak-anak selesai sekolah dan bagian informasi memberitahukan untuk anak-anak yang sudah ditunjuk untuk mewakili kelasnya mengikuti acara penyuluhan bersama Tunas Hijau diharapkan untuk berkumpul di ruang lab. Setelah semua berkumpul di lab ternyata datang seorang guru wanita yang memberitahukan bahwa ruang tersebut akan digunakan sehaingga kami bersama Mas Black dan siswa-siswa yang telah berkumpul pindah ke musholla karena itulah satu-satunya tempat yang kosong karena kelasnya digunakan untuk proses belajar mengajar untuk siswa yang masuk siang. Di musholla tersebut Mas Black mulai untuk menyapa kami dan para siswa untuk mengenalkan diri dan memulai menjelaskan apa yang sebentar lagi akan mereka lakukan. Setelah menjelaskan tentang perubahan ilkim dan suhu udara Surabaya yang sangat panas, Mas Black mengajak anak-anak untuk menanam tanaman dengan media polyback. Para siswa kelihatan sangat senang melihat Mas Black dan kami yang ikut dalam acara itu.
Biji tanaman yang dibawa Mas Black untuk ditanam ketika itu adalah biji bayam, tomat, pare, cabe, dan kangkung. Mas Black mengajarkan kami teori tentang bagaimana menanam semua jenis tanaman yang ada pada Mas Black tersebut. untuk tanaman selain bayam maka satu polyback cukup ditanami satu biji,dan untuk bayem satu polyback bisa ditanami 5 dampai 10 biji dalam satu polyback dengan catatan biji tersebut harus disebar. Langkah pertama dalam menanam adalah kita masukkan tanah hingga ¾ polyback, kemudian kita beri pupuk dan selanjutnya sedit tanah lagi. Setelah kiranya tanah dan pupuk sudah dimasukkan maka giliran memasukkan biji tanaman tersebut dan terakhir ditutup dengan tanah dan disiram. setelah jelas semuanya Mas Black membagi kami semua kedalam 7 kelompok sesuai dengan jenis tanaman yang dibawa. kami juga ikut menanam, dan kami malah dijadikan ketua. Satu kelompok terdiri dari 4 hingga 5 anak termasuk kami yang diberi 1 jenis tanaman dan 15 kantong plastik. Setelah semua kelompok dibagi kami semua menuju taman sekolah untuk mulai menanam.
Sesampainya di taman kami semua bercampur baur dengan anak-anak SMP itu berpanas-panasan mengambil tanah dan pupuk hingga tanaman tersebut siap untuk disebut sebuah tanaman. Wanita yang mengaku seorang fotografer tersebut terlihat sangat asyik mengambil gambar kami yang sedang sibuk menanam. Begitu panas udara saat itu,hingga keringat kami bercucuran tapi kami tidak mau kalah dengan semangat anak-anak SMP tersebut. Semangat untuk ikut berpartisipasi dalam menghijaukan bumi surabaya ini membuat kami merasa berguna. Siswa-siswi itu tampak berkotor-kotoran dengan tanah, ada yang mengeluh kepanasan, ada yang semangat juga. Setelah selesai semua tahapan dalam menanam, akhirnya kami memindahkan tanaman-tanaman itu ke belakang sekolah yang lebih sejuk agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Tangan kami tentu sangat kotor pada saat itu karena bermain dengan tanah dan air dan harus dicuci agar tidak terkena kuman.
Setelah cuci tangan kami kembali ke laboratorium untuk menutup acara hari itu dan untuk mengingatkan siswa-siswi untuk terus dan selalu menjaga tanaman tersebut agar tidak mati. Sebagai penutup kami saling bersalaman dengan para siswa berharap bisa bertemu dan bekerja sama lagi. Setelah siswa-siswi pulang,giliran kami yang mohon pamit pada mas black karena sudah mengijinkan kami ikut serta dalam kegiatan penyuluhan LSM Tunas Hijau dan berencana untuk mengikuti penyuluhan lagi minggu depan.
Peneliti
Evi, Umi, Katon dan Dewiz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar